Feminim.co
News Update
Loading...

Featured

[Featured][recentbylabel]

Featured

[Featured][recentbylabel]

Asal SEO

Jumat, 09 Januari 2015

Liburan Membuat Masyarakat Belanja Junk Food

Resolusi kesehatan 2015 (Foto: Foxnews)

RESOLUSI kesehatan di 2015 sebagian orang ingin menurunkan berat badan. Namun menurut sebuah survey, banyak niat diet yang gagal, lantaran sulitnya mengatur pola makan pasca liburan.

Seperti dilansir dari Torontosun, sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal PLOS One, ditemukan bahwa di awal tahun baru, masyarakat tetap berbelanja makanan sehat. Namun, demikian ini juga diikuti kenaikan pembelian makanan junk food sebanyak sembilan persen lebih banyak daripada waktu lain dalam setahun.

"(Masyarakat) tetap mengambil item yang lebih sehat, namun mereka juga tetap membeli makanan favorit liburan yang kurang sehat. Kami menemukan keranjang belanjaan mereka mengandung lebih banyak kalori daripada biasanya,” kata peneliti dari University of Vermont, Lizzy Pope.

Para peneliti merekomendasikan para konsumen yang berbelanja agar membuat daftar belanjaan untuk menekan keinginan belanja. Penelitian mengikuti kebiasaan berbelanja lebih dari 200 ibu rumah tangga di New York, sejak Juli 2010 hingga Maret 2011. (ren/okezone)

Istri Ruben Onsu Tidak Mau Dipanggil ''Mami'' Kelak oleh Anak

Istri Ruben Onsu ingin dipanggil bunda (Foto: Feri/Okezone)

ISTRI presenter Ruben Onsu, Sarwendah, punya keinginan besar setelah melahirkan nanti. Dia ingin dipanggil “bunda” oleh sang buah hati, dan ogah dipanggil “mami”.

Hal inipun diungkapkan sang suami, Ruben Onsu. Menurutnya, panggilan “bunda” memiliki makna besar bagi sang istri.

"Wenda inginnya dipanggil ‘bunda’ biar serangkaian dengan proses kelahirannya yang di Rumah Sakit Bunda," ujar Ruben kepada Okezone di Gedung HighEnd, Kebon Sirih, Jakarta, belum lama ini.

Lebih lanjut, panggilan “bunda” juga cukup langka di keluarga Sarwendah. Pasalnya, keluarga besar mantan personel Cherrybelle ini punya kebiasaan memanggil orangtua dengan sebutan “mami-papi”.

"Kalau ‘mami-papi’ itu kesannya orang kaya banget, rumahnya besar. Padahal, kita ini sederhana sekali," tutup Ruben. (fik/okezone)

Seorang Ibu Menyusui Putrinya Berusia 6 Tahun, Luar Biasa.

 
Seorang Ibu Menyusui Putrinya Berusia 6 Tahun, Luar Biasa.
Foto: copyright Thinkstockphotos.com
Dalam dunia medis maupun ajaran agama biasanya memerintahkan seorang ibu menyusui anaknya sampai usia 2 tahun. Setelah itu disapih karena ASI ibu diduga tidak lagi sehat setelah dikonsumsi lebih dari dua tahun. Kontroversi dalam dunia medis terkait waktu yang tepat untuk menyusui anak muncul. Lalu, bagaimana jika ada seorang ibu yang menyusui anaknya lebih dari dua tahun bahkan sampai enam tahun ?

Dilansir melalui Dailymail.co.uk, seorang ibu bernama Denise Sumpter masih menyusui Belle, putrinya yang telah berusia enam tahun. Wanita berusia 44 tahun itu cukup bangga dengan hubungan harmonisnya dengan anak-anaknya. Termasuk menyusui putrinya. Meskipun hal itu mengejutkan bagi sebagian orang, ia tidak memiliki rencana untuk berhenti dalam waktu dekat.

Fakta yang ia ungkapkan bahwa dia akan mengizinkan putrinya untuk memutuskan kapan mau berhenti minum ASI. Sumpter mengatakan bahwa putrinya dapat meminta untuk minum ASI langsung dari payudara sang ibu sekali atau dua kali seminggu. Atau bahkan beberapa kali sehari, tergantung pada bagaimana perasaan anaknya.

Menurut Sumpter, ia memberi makan anak-anaknya sesuai permintaan anak-anaknya. Sekalipun Belle harus berbagi ASI dengan adiknya, Beau. Tentu saja keputusannya menimbulkan kekhawatiran banyak orang yang mulai mempertanyakan tindakannya. Banyak yang berpendapat bahwa tindakan Sumpter berpotensi merugikan bagi hidup anak-anaknya. Sumpter ditanya tentang tingkat kebebasan pada anaknya sebagai hasil menyusui. Tapi, dia bersikeras putrinya sedang berkembang dan berjalan dengan baik.

Orang-orang berpikir bahwa dengan menyusui Belle selama ini, Sumpter akan mengkerdilkan kepercayaan dirinya. Tapi, Belle sangat independen dan dewasa untuk anak seusianya. Belle tidak meminum ASI Sumpter selama seminggu dan dia baik-baik saja.

Ladies, sejumlah teori juga telah disampaikan tentang manfaat ASI yang diterima anak-anak di luar batas normal waktu meminum ASI. Sumpter tetap bersikukuh pada pendiriannya yang menyatakan bahwa anak-anaknya jarang memiliki masalah kesehatan dan dia merasa mereka jauh lebih bahagia. Bagaimana menurut Anda, ladies? (vemale)

Cara Menghindari Godaan Pria Beristri

 
Anda harus menepis godaan pria beristri (Foto: Huffingtonpost)
WANITA seringkali digoda oleh pria, termasuk pria beristri. Untuk menepis godaan dari pria yang telah menikah, Anda perlu melakukan beberapa cara.

Ketika digoda oleh pria yang telah menikah, rasa tidak nyaman umumnya lebih besar daripada digoda oleh pria single. Untuk menghadapi godaan dari pria beristri, Anda perlu mengingatkan bahwa dia telah menikah. Berikut beberapa langkah untuk menepis godaan dari pria beristri, sebagaimana dilansir Boldsky.

Jangan menikmatinya

Ketika pria beristri menggoda Anda, sudah seharusnya Anda tidak menikmati hal tersebut. Jika Anda merasa senang dengan godaannya, sama saja Anda memberikan sinyal balik kepada pria tersebut. Alhasil, dia akan terus menggoda Anda dan suatu hari dia akan mencoba untuk mendekati Anda.

Ingatkan bahwa dia telah menikah

Ketika seorang pria yang telah menikah menggoda Anda, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mengingatkannya tentang statusnya. Sekali Anda mengingatkannya, dia mungkin berhenti untuk menggoda Anda. Secara tidak langsung pria tersebut merasa malu ketika menggoda wanita yang telah mengetahui latar belakangnya.

Katakan Anda tidak menyukainya

Apa artinya jika seorang pria beristri menggoda Anda? Bisa jadi dia tertarik pada Anda. Untuk berurusan dengan pria seperti itu, Anda perlu menjaga jarak. Selain itu, Anda juga bisa mengatakan kepada pria yang telah menikah tersebut bahwa Anda benci ketika dia menggoda Anda. Jangan ragu karena dia akan terus melakukannya jika Anda meladeni godaannya.

Minta dia untuk tidak mengulanginya

Ketika pria beristri menggoda Anda, pastikan dia tidak berani melakukannya lagi. Caranya adalah dengan memberi peringatan ringan. Nyatakan pendapat Anda agar dia tidak lagi menggoda Anda. (ftr/okezone)

Menjadi Wanita Dewasa dalam Hal Cinta



DALAM menjalin hubungan, seringkali wanita merasa bergantung kepada pasangannya. Padahal, ini tidak baik karena memicu hubungan tidak sehat.

Bergantung kepada pasangan bisa membuat Anda dihantui rasa curiga dan tidak nyaman pada pasangan. Untuk bisa lepas dari itu, Anda harus berpikir dan bertindak dewasa. Berikut ulasan menarik yang bisa Anda terapkan, sebagaimana dilansir dari Boldsky, Kamis (8/1/2015).

Mengakui

Untuk berhenti menjadi saling bergantung adalah mengakui kondisi masing-masing. Lakukan ini dan Anda dapat memulai kembali membangun hubungan yang sehat.

Temukan keseimbangan

Dalam sebuah hubungan, penting untuk melakukan evaluasi. Anda perlu melakukan hal selain membayangkan mengenai kehidupan cinta. Rasa tidak aman dan sangat bergantung pada pasangan akan berhenti setelah Anda tahu bagaimana menemukan kesimbangan yang tepat dalam menjalankan hubungan.

Saling menghargai

Menghargai satu sama lain serta memberikan ruang kepada pasangan adalah salah satu caranya. Jika Anda ingin mengobati kerinduan dengan selalu bersama pasangan, cara tersebut hanya membahayakan hubungan asmara yang dijalani. Jika hubungan tersebut bersifat membatasi, maka Anda tidak akan mampu menjadi mandiri.

Jelajahi hal baru

Daripada menghabiskan waktu dengan pasangan sepanjang waktu, Anda harus melakukan hobi atau hal-hal baru. Bertemu dengan orang baru dan melakukan perjalanan secara sendirian membantu Anda dalam menghidupkan hubungan yang sehat tanpa perlu menjadi bergantung.

Berikan apa yang Anda terima


Jangan melimpahi pasangan dengan rasa antusias berlebih Anda. Cobalah untuk menyamakan energi Anda dengan pasangan. Berkorban dalam hubungan berbeda dengan memberikan keuntungan yang tidak semestinya pada pasangan. Itu hanya akan membuat hubungan Anda menjadi tidak seimbang.

Percaya diri

Jika Anda ingin tahu bagaimana mengurangi rasa bergantung dalam hubungan, cobalah untuk meningkatkan rasa percaya diri. Ketika memiliki kepercayaan diri, Anda akan lebih bersemangat menjalin suatu hubungan.

Saling percaya

Menjadi bergantung kepada hubungan muncul karena adanya rasa curiga terhadap pasangan dan takut kehilangan dirinya. Pahamilah bahwa Anda tdak memiliki kontrol atas hal itu sehingga Anda perlu berhenti untuk berusaha menguasai pasangan hingga merasa bergantung. Mulailah percaya kepada pasangan dan yakin bahwa hubungan Anda akan baik-baik saja. (fik/okezone)

Tips Trik Cara Jitu Dapatkan Pasangan

 

SELALU ada peluang untuk mendapatkan teman kencan. Buktinya adalah beberapa tips dari pakar hubungan.

John Keegan, seorang pakar hubungan yang dari New York City, menyarankan pasangan untuk melakoni kehidupan cinta yang menarik. Desainlah hidup Anda dengan penuh antusias.

Sebaiknya Anda bergabung dengan sebuah kelas atau komunitas yang membuat hidup lebih baik dan bertemu dengan orang-orang yang berpikiran berbeda dengan Anda. Kelas kebugaran, kursus bahasa, dan kegiatan lainnya bisa menjadi rekomendasi, seperti dilansir Sheknows.

Go online, tetapi jangan bergantung

Keegan menyarankan untuk tidak menjadikan kencan online sebagai cara utama untuk bertemu dengan orang baru. Hal ini sangat berbahaya karena menarik diri Anda dari kehidupan sosial dan orang-orang nyata. Anda akan kehilangan orang di sekitar Anda karena terlalu sibuk menghibur beberapa orang di internet yang bahkan belum bertemu dan tidak memiliki chemistry apapun.

Beranikan diri

Keegan mengatakan, alasan utama tidak bertemu orang-orang di padang pasir atau metropolis sekalipun adalah karena mereka tertutup. Mereka juga tidak terbuka dengan orang di sekitarnya.

Jadi, terbukalah, lakukan kontak mata, tersenyum, sapa, dan Anda akan dengan mudah terhubung dengan orang-orang baru. Jika mau, coba untuk terhubung dengan setidaknya lima orang asing sehari. Hal ini sangat sederhana, namun dapat memulai sebuah hubungan yang luar biasa. (ftr/okezone)

HIV/AIDS Banyak Menginfeksi Ibu Rumah Tangga

Ilustrasi Virus HIV

HIV/AIDS telah lama menjadi momok bagi banyak orang. Menurut data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, estimasi jumlah orang dengan HIV/AIDS (ODHA) pada 2012 di Indonesia berjumlah 591.823 orang, dengan penyebaran terbanyak ada di Papua dan Jawa.

Dari jumlah tersebut, jika ditilik berdasarkan profesi, ibu rumah tangga menempati jumlah kumulatif AIDS terbanyak yang dilaporkan sampai September 2014, yaitu 6539 kasus.

Data tersebut dipaparkan Kasie Standariasi Subdit AIDS dan PMS Kemenkes RI dr Endang Budi Hastuti dalam temu media terkait dengan isu pengobatan bagi anak dengan HIV//AIDS yang digelar Pusat Penelitian HIV/AIDS (PPH) Atma Jaya di Jakarta, Kamis 8 Januari 2015.

"Sebagian besar dari mereka terinfeksi HIV/AIDS karena tertular suami yang suka melakukan seks tidak aman di luar rumah," ungkap dr Endang.

Dalam data Kemenkes tentang estimasi populasi rawan tertular HIV pada 2012, dari 6,7 juta pria yang membeli seks, ada 230 ribu yang tertular HIV dari wanita penjaja seks.

Tanpa sadar, ada sekitar 4,9 juta wanita menikah dengan pria berisiko tinggi HIV/AIDS. Dan jika tidak segera dilakukan terapi Antiretroviral (ARV), bayi hasil pernikahan ini memiliki 40 persen risiko tertular HIV/AIDS. (yac/okezone)

Asal SEO

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done